Masih Adakah Maaf
Ia, aku sudah tidak berdaya. Belumkah kau temukan muak mu dalam menyakiti lebih dalam lagi? Masih adakah kata-kata mu yg lebih kejam untukku? Ia, kau benar. Apa yang lebih dari ku? Pertanyaan yang sangat membekas untuk ku. Benar, tak ada yg bisa kau banggakan dari ku. Dari sgala sisiku. Kau benar-benar tak mampu melihat ketulusanku. Bukan dendam. Namun, pertanyaan terakhirmumu sangat menyentakkanku. Tak akan ku lupa, akan kujadikan cambuk untuk diriku mrnjadi lebih baik. Sangat terngiang, kau menyuruhku tenang disana, dibangku cadangan. Kau buang seperti sampah, kotoran yg paling menjijikkan. Tak apa, meskipun hatiku menjerit, hancur, sesak. Misi kau benar benar berhasil membuatku takberdaya. Sambil bermimpi, akankah ada seseorang suatu hari nanti mengulurkan tangannya kepada ku? Ia, kau benar. Aku remuk, aku hancur. Sgala luka kau tinggalkan untuk ku. Tanpa rasa peduli sedikitpun kau pergi. Yang meninggalkan tak akan pernah tau rasa sakit ditinggalkan, yang ditingga...