AING
AING
Moment: Padang, 24
Agustus 2016, 19.48 WIB
Ah, sepertinya aku mulai lelah. Bukan karna cinta yan kumiliki tlah mulai terkikis, hanya saja terlalu sulit untuk bersama. Rasanya keegoisannya tak bisa kusabarkan lagi. Entah kenapa hati ini slalu ingin bersamanya, slalu ingin mendengar kabar darinya. Namun sayang itu hanyalah sebatas keinginan. Bukan tanpa alasan untuk bertahan, rasa sayang ini terlalu besar mengalahkan logika untuk dapat berfikir bahwa telah saatnya untuk menyerah. Semakin sulit, namun terlalu sangat sulit untuk pergi darinya. Cinta bodoh seperti apalagi ini Tuhan.
Terlalu
iri melihat cinta yang selazimnya. Bukan masalah menuntut untuk slalu bersama.
BUKAN...hanya saja hati yang bodoh ini
slalu merindu. Hai, kau yang slalu ada dalam doaku. Tak pernah kah mencoba
sedikit berfikir tentangku, tentang hubungan ini, tentang ada hati yang sedang
kau lukai, tentang ada cinta yang kau abaikan, tentang ada seseorang yang slalu
menunggumu yang smakin terjebak dengan sakitnya bertahan di dekatmu. Hai, kau
yang slalu ku rindu, jangan slalu sibuk dengan duniamu.
Bukan tak ingin mengerti akan rutinitasmu,
namun terkadang sepanjang penungguan ku terbersit yang membuat hati ini tak
terima, apakah kau disana benar sibuk dengan pekerjaan mu atau malah menyibukkan
diri dari ku. Bukan tak mau menunggu sampai semuanya pekerjaan mu terselesaikan
namun terkadang terlalu bodoh menunggu mu sampai dini hari dan itu sering ku nikmati sendiri.
Kurang sabar apa lagi, aku rela menunggu
kau berjam-jam hanya dikarenakan karena keasikan dengan PS mu, malah terkadang
sebentar bicara akupun ditinggal tidur. Tak hanya itu, akupun sabar menunggumu
hanya demi nungguin kau nonton. Dan aku juga sabar menunggu kau pulang jam
brapapun itu. Aku bingung, akukah yang tak mengertimu atau kau yang tak peduli
dengan pengorbanan ku??????
Bukankah
stelah kau mengambil sebuah keputusan untuk bersamaku, memberikan sebuah makna
kau siap untuk memasuki duniaku, dan akupun akan perlahan dan menyesuaikan
dengan duniamu...mengapa kau lupa itu????
**
Aing
ku sayang, kau fikir bertahan dan mencintamu itu hal yang mudah untuk ku
lakukan? Sulit aing. Tapi entah kenapa,
jiwa ini sangat enggan untuk membuatmu kecewa. Yang ada di hati ini, bagaimana cara agar bisa membuatmu
bahagia. Hanya itu aing.
Entah ini bodoh atau ini yang mereka umbar
cinta itu membutakan logika. Berkali kali aku berfikir, namun tak kutemukan
alasan mengapa aku masi tetap bertahan. Entah sibuk atau terlalu asik untuk
menyibukkan diri, entah malas atau kau tlah terlalu jenuh untuk bersama. Entah
lupa memberi kabar atau bener-benar tak ingin untuk mengabarkan. Jangan
salahkan aku berfikir buruk, karna aku tak pernah mendapatlkan penjelasan
darimu.
Aing,
tenang saja. Ketika waktunya datang aku akan pergi tanpa kau paksa dan tanpa
harus kau meminta. Bersabarlah sedikit untuk ku. Aing maafikan aku, aku yang selalu memaksakan keberadaanku
dikehidupanmu. Aing, aku takut untuk mengenali lelaki lain lagi, aku takut
mencintai pria yang salah lagi, aku takut kembali menemukan lelaki yang sangat
asik memanjarakan ku dalam kebodohan cintanya. Aing aku juga takut mencintai
lelaki yang tak bisa menghargai ku. Aing aku takut. Aing, benar-benar tak
bisakah kau bersamaku, sekarang
dan untuk slamanya. TUHAN....bolehkah aku memutus peta takdir ini?.
*Aingku*

Komentar
Posting Komentar